Elegant Rose SenjaDnanti: Tak terganti

Jumat, 17 April 2015

Tak terganti

          Awalnya saling berkenalan dan dari tatapan pertama kali bertemu mungkin ia jatuh hati, mungkin juga aku jatuh hati. Tapi tidak, aku tak ingin menjalin hubungan dengan orang yang sudah termiliki orang lain.
Tapi aku pun tak bisa pungkiri, ia begitu mempesona. Wajahnya, senyumnya yang khas dengan gigi gingsul yang ia miliki, badannya yang tegap, caranya berbicara dengan kewibawaannya. Aaah aku begitu terpesona
Namun, aku tak mampu memilikinya...

          Aku singkirkan perasaan itu setiap kali kamu menghubungiku, susah payah aku membiasakan diri agar aku tak jatuh cinta kepadamu. Tapi sering kali pembicaraan mu mengarah pada sesuatu yang aku impikan serta yang aku takutkan; Cinta.
Anggap saja aku seseorang yang mudah jatuh cinta, tapi sungguh kali ini aku benar-benar serius dengan perasaan ini, ini bukan hanya sekedar obsesi belaka.

          Semakin hari kita semakin dekat, semakin pula aku merasa bahagia sekaligus merasa khawatir takut akan dibilang perusak hubungan orang lain, namun kamu selalu meyakini bahwa apa yang aku takuti takkan pernah terjadi.
Pesan singkat yang selalu kamu kirim kepadaku lewat BBM selalu berisi kata manis,seperti pujian juga perhatian, pesan singkat itu selalu aku tunggu, seperti kamu yang telah 3 bulan terakhir ini aku tunggu.

                “Embun, sudah tidur?”  sapanya malam itu
                “Belum, kenapa dik?”  balasku kepadanya, dalam hati aku bertanya kenapa ia selarut ini menghubungiku, tumben sekali.
Dengan cepat ia membalas lagi “Bun, aku melepaskannya. Rasanya semua terlalu hampa selama ini, tak ku temukan lagi kebahagian itu dalam hubungan ini.”

Terkejut juga bahagia perasaanku saat membacanya, lalu aku membalas “Sudahkah yakin pada keputusanmu dik?” Hanya kalimat itu yang mampu keluar dalam otakku, bukan karena terlalu bahagia tapi karena ini sudah sangat larut membuat otakku sulit untuk diajak berpikir.

                “Iya, aku sudah sangat yakin. Ntah ini pantas atau tidak, bun aku menyayangimu! Aku merasa bahagia saat denganmu, ini jugalah salah satu alasan mengapa aku melepaskan winda”

Sungguh saat membacanya otakku terpaksa dibuat berpikir keras, lama aku terdiam dan hanya menatap ponselku hingga diky membalas lagi dengan berkata “Bun, maaf aku mengganggu malam mu tapi sungguh aku hanya ingin kamu tau inilah realitanya”

Bukan ingin menjadi manusia munafik, tapi ntah kenapa aku ragu padanya. Ada kekhawatiran dalam benakku, dan tak ingin membuat ia menunggu lebih lama aku membalas pesannya “Dik, ini terlalu cepat rasakan saja dulu dan tanyakan pada hatimu sebanarnya ini benar rasa sayang atau hanya obsesi.”


Mungkin ia kecewa pada jawaban ku atau mungkin ia sedang berpikir,ah ntahlah ia hanya read bbm ku malam itu. Hingga sampai seminggu lamanya ia tak menghubungiku lagi.

Bersambung...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar