Elegant Rose SenjaDnanti: Mei 2014

Kamis, 29 Mei 2014

Masih cinta? I

               Senang sekali rasanya bisa selalu menikmati senja seperti ini hanya di temani secangkir cappucino hangat dan laptop di depan ku, sudah seminggu ini aku selalu terbayang tatapan dingin lelaki itu tatapan yang tak pernah aku suka dari lelaki mana pun, sungguh itu menyakitkan
tapi sepertinya wajar saja lelaki itu memasang tatapan seperti itu saat sedang bertengkar dengan kekasihnya, ya tetap saja aku tak pernah menyukai tatapan dingin menyakitkan itu, sungguh memuakkan

              Aku menarik napas dan mendengus dengan kesal, lagi-lagi aku mengutuk pikiran ku yang kacau karena lelaki itu dan mengutuk perbuatan bodohku mengingat "lelaki seram" itu, ya itu panggilan ku untuk lelaki itu, aku segera sadar dari perbuatan bodohku dan kembali menatap layar laptop yang sedari tadi berbunyi menunjukkan bahwa ada satu pesan yang masuk pada email pribadi ku

               Sebenarnya aku sungguh malas membuka pesan-pesan yang masuk ke email pribadiku, banyak sekali pesan dari orang-orang yang tak ku kenal dan selalu memujiku dengan kalimat gombal mereka yang memuakkan itu dan aku lagi-lagi tak ingin melihat nya kubiarkan saja pesan itu tanpa ku buka bahkan tak ku lihat, aku memutar lagu favorite ku It will rain dari Bruno mars sambil melamun melihat senja yang indah ini mereka membawa ku kembali ke masa lalu...

               Lelaki berwajah dingin itu, lelaki cuek itu, cinta pertamaku
Lelaki yang hadir dalam hidup ku 4 tahun lalu, lelaki yang ku kenal dari temanku, lelaki yang ku tau sangat angkuh itu pernah mengisi hari-hari ku selama setahun, memberi cinta juga sakit, memberi tawa juga tangis

               "apa kabar kamu wid?...aku rindu"
sungguh aku benci mengingat mu tapi kamu selalu hadir dipikiranku, hanya kata-kata itu saja yang terus muncul di benak ku...selalu, saat aku mengingatmu
kamu tau sakitnya jadi aku? sakitnya aku ketika kamu tinggalkan begitu saja, bahkan sampai sekarang tak pernah ada kabar.. Seandainya kamu berada diposisi ku apa sanggup kamu tegar? Apa mungkin kamu mencari aku seperti aku mencarimu? Sekarang aku hanya berharap kamu tak pernah muncul lagi. karena aku tau bertemu denganmu hanya akan menambah luka wid, bahkan juga akan membuka luka lama wid..
Seandainya aku bisa teriak dan kamu bisa dengar teriakan ku wid.. aku akan berkata
               "Aku benci mencintaimu wid, aku sakit seperti ini tolong jangan kembali jangan pernah kembali sekalipun kamu ingin menjelaskan alasan kepergianmu, aku tak ingin tau lagi"

Seketika air mata ku jatuh untuk kesekian kali nya, aku tersadar dan segara menghapus nya tak ingin ada yang melihat aku menangis, apa lagi jika ada yang tau aku menangisi widi lagi, senja sudah mulai tenggelam aku segara membereskan laptop ku bergegas untuk pulang dan beristirahat

Widi Ramdhani aku merindukanmu
Itu kalimat terakhir yang muncul dalam benakku saat langkah ku berhenti sejenak sebelum pulang saat aku melihat kearah senja..

             Jam 08.00 aku lagi-lagi terlambat ke kampus tapi untunglah kampus hanya jarak sekilan dari tempat kost ku, aku segera berangkat dan aku suka sekali udara pagi yogyakarta ini sehingga aku tau aku terlambat  pun aku masih terus saja berjalan dengan santai sambil tersenyum tapi ini sudah jadi kebiasaan ku jadi tak akan ada orang yang mengira aku gila karena tersenyum sendiri haha karena sebagian orang dalam lingkungan kampus maupun tempat kost mengenali ku, meskipun aku tak begitu kenal dengan mereka

           Aku tak buang-buang waktu saat aku sampai dikampus aku langsung memasuki kelas ku, seketika aku tersentak saat aku memasuki kelas aku melihat lelaki seram itu duduk tepat didepan tempat duduk ku, tapi aku terus saja berjalan ketempat duduk ku berusaha biasa-biasa saja, ketika sahabat ku lola datang aku segera bertanya "apakah lelaki di depan ku ini mahasiswa baru?" seperti biasa aku pasti selalu jadi bahan ketawaannya mungkin karena aku memang seorang wanita yang cuek dan bahagia berpergian sendiri, tapi dulu aku pernah tak sendirian dulu ada lelaki yang membuat kebiasaan buruk ku menghilang tapi lagi-lagi itu dulu bukan sekarang..
sehingga aku tak tau jika lelaki seram itu ternyata teman sekelas ku, teman satu kampus ku aku terkaget-kaget ketika lola bilang dia mahasiswa lama dengan jitakkannya yang mendarat ke kepala ku dan aku hanya bisa terdiam melihat punggung nya yang bisa dibilang sedikit kekar tapi tetap saja dia lelaki seram dengan tatapan dingin yang dia miliki.

         Selesai mata kuliahku hari ini aku tak ingin cepat-cepat pulang, aku ingin keperpustakaan menyendiri sambil membaca novel, seperti biasa aku selalu memilih meja sudut paling belakang baru aku membuka novel ada seseorang berjalan ke arah ku ah ternyata lelaki seram itu
        "senja kan?" tanya padaku

        "Ha? apa? dari mana kamu tau nama ku?" tanyaku padanya

        "Hanya orang-orang cuek yang tak tau namamu senja kinanti" jawabnya sambil tersenyum
tersenyum dengan sangat tulus, tapi aku seakan disindir secara halus dengan kalimat nya barusan

Dan aku hanya berkata "oh jadi begitu" dia masih tersenyum memandangi ku lalu dia melanjutkan pembicaraan nya

        "Sebelumnya kamu pernah melihatku di cafe favorite mu ketika aku sedang bertengkar dengan indah kan, tapi kamu tak tau nama ku bahkan kamu tak tau aku ini teman satu kampus mu, nama ku Fitra" ucapnya

Aku terenyah dengan pembicaraan nya dan mengutuk diriku sendiri kenapa aku begitu cuek pada lingkungan sekitarku, oh nama nya fitra dan pacarnya indah ternyata dia tak sedingin tatapan nya, jawabku dihati
        "Oh iya maaf aku tak sengaja melihatmu waktu itu saat kalian sedang bertengkar" jawabku sambil tersenyum

       "Itu tempat umum kamu tak perlu minta maaf, kamu jangan menangis dicafe lagi ya manis mu hilang" jawabnya sambil tersenyum

Mata ku langsung terbelalak dengan ucapannya barusan, apa? dia melihatku menangis? oh tuhan bodohnya diriku, "apa kamu melihat ku saat itu? kamu dimana? aku tak melihat mu" jawabku dengan cepat

Dia tertawa melihat tingkah ku dan berkata "kamu itu wanita tercuek yang pernah aku kenal senja, jelas saja kamu tak melihat ku, kamu saja sibuk melihat ke luar ke arah senja, padahal aku tepat didepan mu, aku melihatmu dari kamu datang sampai kamu menangis lalu berlalu" ucapnya lagi dengan senyuman terlebar yang dia punya sepertinya

       Ternyata diam-diam dia selalu memperhatikan ku, aku hanya bisa tersenyum mendengar ucapannya lalu aku terus mendengarkan ceritanya tentang aku yang selalu terlihat oleh nya,
"Wid aku menemukan lelaki sepertimu tapi aku harap dia tak meninggalkan ku seperti kamu wid, diam-diam benak ku berkata seperti itu saat aku memandangi fitra yang sedang bercerita".

Semenjak obrolan di perpus saat itu pertemanan terjalin diantara kami, aku tak sendirian lagi sekarang tapi apakah ini hanya hubungan pertemanan atau... ah yang jelas sekarang aku tak ingin kehilangan nya..

Rabu, 28 Mei 2014

Masih cinta? II

Lagu it will rain terus bersenandung di ponselku berulang-ulang hingga akhirnya aku menyerah dan bangun, ternyata fitra yang menelpon
          "Hallo kenapa fit?" ucapku dalam keadaan setengah sadar

          "Bangun woy melek mata tu mandi gih" jawab fitra

          "Ini libur loh fit gak bisa apa kamu membiarkan aku tidur lebih lama?" jawabku dengan sangat cepat

          "kebooooo" teriaknya sekencang mungkin membuat gendang telingaku hampir pecah

          "fit sumpah kamu bikin mood aku berantakan! ini masih pagi fit!" Teriak ku meski tak sekencang fitra

          "ye maaf maaf mandi gih 15 menit lagi aku jemput ya peri" dia langsung menutup telpon tanpa ingin dengar dulu jawabanku
~~~

Aku mendengus dengan kesal sembari menuju kamar mandi, fitraaaaaaaa teriak ku sekencang mungkin di dalam kamar mandi untuk meluapkan kekesalanku karena hanya di kamar mandi tetangga kost ku tak akan mendengar. Harus sesabar apalagi sih sama tu anak, nyebelinnya kebangetan pfft, gerutuk ku

Tiin Tiin Tiinn..
aku segera berlali keluar dan masuk kemobil nya

         "Ini masih pagi fit, kamu kira aku gak punya tetangga apa seenaknya saja klakson-klakson sesuka hati kamu, buat malu aku saja kamu kan bisa telpon aku fitra!" gerutuku kepadanya

         "Lah bodo amat suka suka aku lah peri" sambil tersenyum sok manis dengan mata yang berkedip

         "Hih ampun banget sama kamu fit, jijik tau!" ucapku dengan eksperesi wajah marah

         "Jangan merajuk dong peri" katanya sambil mengusap kepala ku

         "Sudahlah kita mau kemana nih? terserah kamu lah mau kemana bangun kan aku ketika sudah sampai ya" ucapku sembari menutup mata untuk melanjutkan tidur
Dia tak menjawab hanya langsung melajukan mobil nya kesuatu tempat yang ntah lah aku tak ingin tau,sekarang aku hanya ingin tidur.
~~~

         "Hei bangun kebo gue" ucapnya fitra

         "apa sih kayak gaul saja pakek gue-gue" aku bangun dan melihat sekeliling

         "fit kita ngapain ke pantai?" aku benar-benar bingung dibuat nya karena aku tau dia tak suka pantai

         "ayo turun kita kesana ya peri" ucapnya sambil menunjuk kearah barat tanpa menjawab pertanyaan ku sebelumnya

Aku hanya mengikuti nya dari belakang lalu bertanya sekali lagi
         "Kita ngapain kesini fit?

         "Pengen saja kesini, aku rindu indah dia suka sekali kesini tapi aku gak pernah mau sekarang aku nyesal gak pernah mau kesini tenyata indah benar pantai itu memang indah seperti dia senja" ucap nya sambil memandangi ombak pantai pagi hari

         "Kamu begitu mencintainya fit?" tanyaku

         "Iya ternyata aku begitu mencintainya senja" suara nya sudah tak sama lagi, juga ada genangan air di matanya

Aku terenyah mendengar dan melihat nya seperti ini, sakit yang aku rasakan ternyata aku mulai mencintainya aku hanya bisa terdiam membiarkan dia menangisi indah, aku tak memberi solusi apapun bukan karena aku sakit hati tau fitra begitu masih mencintai indah tapi aku juga ingin diam memikirkan bahwa aku tak boleh jatuh cinta lebih dalam lagi kepada fitra


Fitra masih saja terdiam memandangi ombak pantai sudah sejam lebih dia hanya diam dan menangis, aku tau hanya padaku dia berani mengeluarkan air mata nya itu hingga akhirnya dia menatapku dan mengajak pulang karena sudah terlalu lama kami berada disini

        "Senja adakah lelaki yang begitu kamu cintai?" ini pertanyaan pertama nya tentang masalah pribadiku saat di perjalanan pulang

aku tersenyum sembari menjawab pertanyaannya "Dulu...ntah sekarang dia dimana, aku tak pernah tau lagi" jawabku cepat

         "Dulu saat dia pergi apa kamu mencarinya?" tanyanya penuh rasa penasaran

         "Iya kesegala tempat yang selalu kami kunjungi, tapi hasilnya selalu nihil" ucapku memandangi jalanan

         "Haruskah aku mencari orang yang meninggalkan ku tanpa kabar?" tanyanya lagi padaku

Aku terdiam sejenak mencari kata-kata untuk jawabannya lalu melihat kearahnya ada kerinduan dalam bola mata nya, iya rasa rindu pada indah..seseorang yang begitu dicintai nya

         "Bukankah seharusnya begitu fit, perjuangkan orang yang kamu cintai fit jangan jadi pengecut jadilah lelaki pemberani" jawabku sambil tersenyum

Dia tak menjawab lagi hanya terdiam melajukan mobil nya, aku tau dia sedang berfikir dan aku membiarkan hening menemani kami sampai ke tempat kost ku

         "Makasih ya fit udah nganterin hati-hati dijalan" dia hanya menjawab dengan senyuman

Aku tau dia sedang galau aku langsung masuk ke kamar dan membaringkan badanku sebentar, tapi baru aku berbaring aku teringat pertanyaan fitra tadi "apa harus mencari orang yang meninggalkan kita" pertanyaan nya membuat aku teringat pada widi, benakku lagi-lagi berkata "aku merindukanmu..wid, dimana kamu"
Ah aku lelah sendiri mengingat dia, ku ambil laptop dan ku buka email pribadiku ada banyak pesan masuk dari seseorang yang tak ku kenal alamat email nya, dia menanyakan apa kabarku dan alamat kost ku

"Orang gila mana lagi yang menulis pesan ke emailku tuhan" kataku ah aku enggan membalasnya ku biarkan saja

Kulihat-lihat lagi semua pesan yang masuk tapi ada 1 pesan baru lagi dari email yang tadi, dia bilang dia merindukan aku tapi ada yang aneh dia memanggilku dengan sebutan "nta"
Hanya ada satu orang yang memanggilku dengan sebutan seperti itu..

Cepat-cepat aku membalas "Widi ramdhani dimana kamu?!"
Mungkin dengan secepat kilat dia membalas "nta aku dijogja, aku ingin bertemu"

Seketika mataku turun hujan saat membacanya aku ingin membalas tapi aku sendiri ragu, aku membencinya yang pergi begitu saja, sekarang dia ingin kembali seenaknya
Dengan kemarahanku yang masih memuncak aku putuskan tak ingin membalas, tak ingin tau dia dimana sekarang, rasa sakit itu masih teramat mendalam


Esoknya dikampus aku hanya diam dan membuat fitra dan lola kebingungan, aku masih memikirkan widi kenapa wid setelah bertahun-tahun kamu hilang kenapa baru sekarang kamu muncul wid, hanya pertanyaan itu yang ada dalam benakku seharian ini

        "Kamu kenapa ja?" tanya lola sambil menatap ku

        "Iya kamu kenapa peri ku?" tanya fitra sambil menatap ku

        "Lelaki yang kamu tanya kemarin fit, dia menghubungi ku setelah pergi hampir 3tahun fit sekarang dia ingin kembali, aku harus apa? aku membencinya, aku kecewa fit". Tanpa diminta air mataku jatuh dengan derasnya membuat fitra makin kebingungan

        "Aku gak tau masalah kalian ja, tapi apa salahnya mencoba bertemu sekedar mendengar alasan kepergiannya yang dulu ja" kali ini lola angkat bicara tak seperti biasanya kali ini dia bisa menyikapi masalah dengan dewasa

        "Iya lola benar senja kenapa gak kamu coba?"ucap fitra lagi

        "Ntah lah aku belum ingin bertemu dengannya fit"

        "Jangan sampai keras kepalamu membuat kamu menyesal ja" ucap lola sambil berlalu dari hadapan kami

Aku tersentak mendengar ucapan lola barusan aku tau di akan selalu marah jika aku bersikap keras kepala, lagi-lagi ini membuatku bingung haruskah aku menemui widi, fitra hanya memandangiku sebentar dan ikut berlalu dari hadapanku seperti lola, mereka benar-benar marah atas sikapku membuat air mataku terus mengalir makin deras, kenapa wid kenapa kamu buat hidup ku runyam wid, aku terus mengutuk widi dipikiranku
~~~
Tokk Tokk Tokk!!
Baru 15 menit rasanya aku tertidur ada saja yang mengganggu ku, siapa lagi kalau bukan fitra yang siang-siang begini ke kost ku. Biasanya dia selalu kesini jika dia kelaparan dan mengajakku makan diluar
Dengan keadaan setengah sadar aku membuka pintu dan seenaknya saja fitra menarik tangan ku keluar mengunci pintu kamarku lalu membawaku kedalam mobilnya dan membuat kesadaranku dipaksa penuh untuk sadar

Ada kecemasan dari raut wajahnya yang membuat aku tak ingin bertanya dia akan membawaku kemana, sepanjang jalan aku hanya terdiam melihatnya, bertanya dalam hati siapa yang akan dia jemput dibandara? karena ini jalan kebandara, indah kah? tapi kenapa dia sangat cemas ada apa denganmu fit, batinku terus bertanya-tanya
Sesampai dibandara dia terus berlari dan aku berlari juga mengikutinya di belakang ada seseorang yang dia cari, dia melihat kekanan-kiri, berlari terus hingga pada tempat duduk paling ujung dia menemukan seseorang yang dia cari, yap benar itu adalah Fadilah Indah wanita yang begitu di cintai oleh Fitra Pratama

Betapa bahagia indah ketika sebelum keberangkatannya yang akan lama ke singapura untuk merawat kakaknya yang sedang sakit disana, dia bisa bertemu dengan lelaki kesayangannya, dia menjelaskan kepergiaannya waktu itu tanpa kabar karena dia sedang di singapura melihat kakaknya dan tidak pernah bermaksud meninggalkan fitra, saat pulang 2hari lalu untuk menceritakan semuanya dia malah melihat fitra bersamaku menuju pantai membuat dia sakit hati, dia menulis surat untuk fitra yang beriisi tentang keberangkatannya hari ini, untunglah fitra menemukan surat itu tepat waktu sebelum indah berangkat dan membawaku untuk menjelaskan semua nya
Fitra berjanji akan setia menunggu indah pulang, juga pulang dalam dekapannya









Selasa, 27 Mei 2014

Masih cinta? (End)

Setahun sudah setelah kepergian indah, kami sibuk menyelesaikan tugas-tugas kuliah tak banyak lagi waktu untuk bersantai, hingga suatu hari indah pulang dan menemui fitra betapa terkejutnya fitra melihat indah di hadapannya, rindu campur bahagia yang tak terbendung lagi membuat fitra spontan memeluk indah, mereka menangis bahagia
Aku pun tersenyum melihatnya dari kejauhan, mereka bahagia karena telah berhenti mencari, setia menunggu karena tau sulitnya menemukan
Semoga mereka tak terpisahkan lagi.. :)
~~~

Aku menyusuri tepi jalanan dekat tugu yogyakarta sendirian, melihat betapa indah alam ciptaan Allah SWT. Tapi langkah ku terhenti saat aku melihat seorang lelaki tepat di depanku. Widi ramdhani
Aku belajar dari indah dan fitra bahagia itu sederhana, saat kita mampu untuk saling menemukan juga segalanya hanya tentang waktu
Maka dari itu aku tak lari saat bertemu widi, kami sama-sama saling melangkah maju, tersenyum, dia menarikku kepelukannya sebagai arti dia merindukanku.

       "Setelah ini aku takkan pergi nta, aku merindukanmu."

       "Maafkan aku pergi meninggalkan mu begitu saja, aku sakit dan tak ingin membuatmu bersedih nta maka dari itu aku pergi tanpa pamit, kali ini aku takkan pergi lagi, aku berjanji akan terus disisi mu nta" ucap nya meyakinkan

       "Aku takkan mempermasalahkan kepergianmu dulu wid, aku sudah cukup bahagia melihatmu baik-baik saja, tolong jangan pergi lagi" 

       "Aku mencintaimu nta"
Aku hanya menjawab dengan pelukan..






"Bahagia itu sederhana saat kita setia menunggu karena tau sulitnya menemukan" :)